Woooow, Penelitian di Universitas Missouri Ini Menggungkapkan Fakta “Dahsyatnya Memaafkan”

Bagikan

Tak jarang orang mudah sekali marah. Apalagi dengan kondisi jaman sosial media saat ini, saling hujat menghujat sepertinya jadi fenomena biasa dalam keseharian. Efeknya adalah sikap saling tuduh dan dendam pun melekat dalam diri. Bahayanya, dendam itu bikin stres dan depresi berkepanjangan.

Walaupun terkadang sulit, namun saat kamu rela memaafkan kesalahan orang lain, itu bisa melindungi diri kamu dari depresi. Ternyata, memaafkan itu biasa jadi obat mujarab untuk mendapat ketenangan batin.

Menurut sebuah studi dari Universitas Missouri, fakta memaafkan orang lain bisa mengatasi depresi. Dalam studi itu, para peneliti melibatkan sekitar 1000 orang dewasa berusia lebih dari 60 tahun, untuk memahami bagaimana memaafkan bisa berpengaruh pada kesehatan mental.

Studi lain mengungkapkan, menurut penelitian Universitas Duke, memaafkan itu bisa menurunkan hormon kortisol dan mengurangi kadar stress, juga menjaga kekebalan tubuh. Jadi, memaafkan itu menyehatkan. So, penelitian ini sangat bermanfaat untuk semua orang.

Seorang ahli otak kanan, Ippho Santosa juga mengatakan, memaafkan itu persis seperti tersenyum, bersedekah, dan berterima-kasih. Sekilas kayaknya ini untuk orang lain. Padahal, hakikatnya itu semua untuk kita, ya untuk kita.

“Maaf-maafan, nggak perlu nunggu Lebaran. Kelamaan. Maaf-maafan saja dari sekarang. Itu jauh lebih baik. Apalagi kita semua tahu bahwa hati yang plong membuat rezeki turut plong,” ujar penulis buku best seller 7 Keajaiban Rezeki itu.


Bagikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*