LIMITLESS

Bagikan

LIMITLESS

Pesansingkat.id-Judul di atas diambil dari judul film yang pernah tayang di salah satu stasiun TV swasta. Film ini bercerita tentang seorang penulis yang bernama Edward Morra yang diperankan oleh Bradley Cooper. Diceritakan bahwa Eddie atau Edward Morra belum juga menyelesaikan kontrak menulisnya setelah sekian lama. Bahkan, dia tidak punya inspirasi sama sekali tentang tulisan yang akan dikerjakannya.

Eddie digambarkan sangat berantakan dengan rambut yang acak-acakan, suka minum minuman keras, dan kerja apa saja untuk menyambung hidup. Namun, pada satu ketika Eddie bertemu dengan mantan adik iparnya, Vernon Gant, yang diperankan oleh Johnny Witworth. Mantan adik iparnya itu pengedar narkoba jenis baru yg diberi nama NZT-48. Narkoba ini bisa meningkatkan kerja otak sampai seratus persen sehingga pemakainya bisa meningkat kecerdasannya secara drastis.

Singkat cerita, Eddie akhirnya mengonsumsi narkoba tersebut dan benar saja kecerdasan dan percaya dirinya meningkat drastis. Lalu apa yang dilakukan Eddie ketika kecerdasannya meningkat? Hal pertama yang dilakukannya adalah merapikan tempat tinggalnya yang selama ini super berantakan dan kotor. Kemudian dia mulai merapikan penampilannya dengan mandi, mencukur kumis, mengganti pakaian, dan merapikan rambutnya yang acak-acakan.

Kemudian dia mulai mengerjakan tugasnya yang lama tertunda, yaitu menyelesaikan tulisannya. Sampai di sini cerita tentang filmnya, kita sudah mendapat keywords tulisan ini, yaitu kecerdasan dan pilihan.

Jadi ketika sesorang dianugerahi kecerdasan, pasti dia akan melakukan hal yang bermanfaat untuk dirinya dan meninggalkan perbuatan yang sia-sia. Lalu bagaimana dengan kita? Saya yakin, setiap kita pasti dianugerahi kecerdasan. Lalu mengapa terkadang kita banyak melakukan perbuatan yang sia-sia, bahkan mengandung mudarat di dunia dan akhirat?

Nabi Muhammad pernah berbicara tentang kecerdasan dalam sabdanya pada hadis dari Ibnu Umar bahwa ada seorang Anshar menghadap Rasulullah untuk mengajukan pertanyaan, saat itu Ibnu Umar duduk bersama beliau,

يا رسول الله أى المؤمنين أفضل قال : أحسنهم خلقا. قال فأى المؤمنين أكيس قال: أكثرهم للموت ذكرا وأحسنهم لما بعده استعدادا أولئك الأكياس

“Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang utama?” Beliau menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah)

Mengapa orang yang mengingat mati dikatakan orang yang paling cerdas? Karena orang yang mengingat mati dan mempersiapkannya, pasti akan sangat hati-hati dalam bertindak. Karena dia yakin, semua perbuatannya akan dipertanggungjawabkannya kelak. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang kelak akan menjadi masalah di dunia terlebih di akhirat. Dia akan melakukan apa yang harus dilakukan dan meninggalkan apa yang harus ditinggalkan, menunda apa yang bisa ditunda, menyegerakan apa yang harus disegerakan, tidak khawatir dengan hari esok yang belum tentu terjadi, tetapi sangat khawatir dengan hari yang pasti terjadi, yaitu Hari Pengadilan.

Nabi Muhammad saw. juga pernah bersabda,

من حسن إسلام المرء تركه مالا يعنيه

Artinya: “Di antara (tanda) kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tak berguna baginya. (HR. Tirmidzi dan yang lainnya)

Dalam hidup ini kita pasti akan berhadapan dengan pilihan-pilihan, antara mengerjakan atau meninggalkan, antara berbicara atau diam, antara tidur atau bangun, antara pergi atau tidak, dan sebagainya dari sejak bangun tidur hingga tidur kembali yang kesemua pilihan itu ada risikonya atau konsekuensi yang mesti kita hadapi, baik maupun buruk tergantung pilihan yang kita ambil.

Nabi kita memberikan rambu kepada kita, hendaknya mengambil pilihan yang sekiranya bermanfaat untuk diri kita baik di dunia maupun terlebih di akhirat. Artinya, kita harus cerdas dalam setiap keputusan, seperti mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Karena keputusan melakukan sesuatu tersebut pasti akan megambil sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan seseorang, yaitu waktu. Jangan sampai kita melakukan sesuatu yang sia-sia, apalagi mengandung mudarat, yang berdampak kerugian di dunia dan akhirat.

Setiap kita pasti dianugerahi kecerdasan dan kesempatan memilih oleh Allah Swt., seperti yang difirmankan dalam Alquran surat Asy-Syams (91) ayat 8, dan tidak perlu memakan NZT-48 agar bisa melakukan yang benar dan bermanfaat dalam hidup ini.

Keinginan dan fantasi kita mungkin tidak terbatas, tetapi sebagai orang cerdas, kita pasti membatasi keinginan dan fantasi kita dengan halal atau haram, manfaat atau tidak manfaat, maslahat atau mudarat. Wallahu ‘alam....

 

Adi Cahyadi

(Marbot Masjid Al-Madani Puri Serpong 1)

 


Bagikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*