Imam Syafi’i Sang Pejuang Sunnah Nabi |Ustadz DR Musyaffa’ Ad-Dariny, MA

Bagikan

Resume Kajian ilmiah
Masjid Al Ikhlas Cengkareng

Ustadz DR Musyaffa’ Ad-Dariny, MA
Tema : Imam Syafi’i Sang Pejuang Sunnah Nabi
Ahad, 29 Rajab 1439 H / 15 April 2018
Jam 09.00 – selesai

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ayat yang paling banyak membahas kesyirikan adalah ayat tentang doa,
di antaranya

  • Doa kepada mayit
  • Dooa kepada yang ghaib
  • Doa kepada siapapun (makhluk), tapi mintanya hal-hal yg tidak dimampui selain Allah

Imam Syafi’i adalah figur yang sangat fenomenal, beliau adalah tokoh pembaharu Islam di abad ke-2 Hijriah, beliau sangat terkenal sebagai pembela sunnah (hadits) Nabi Shalallahu Alaihi wasallam.

Imam Syafii bernama asli Muhammad (Muhammad ibn Idris), nama yang sama dengan Nabi kita.

Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Syafii memiliki nama kunyah yang sama yaitu Abu Abdillah

Kedua orang tua beliau (Imam Syafii) orang Makkah yg hijrah ke Gaza.
Imam Syafii hidup dengan kecerdasan yang luar biasa,
Dengan kecerdasan luar biasa tersebut, Imam Syafii menjadi ahli ushul fiqh, ahli bahasa, dan lainnya.

Imam Syafii hidup dalam kemiskinan, namun dalam kemiskinannya tersebut, beliau menjadi sangat luar biasa dalam mencari ilmu.

Kelebihan dan keistimewaan imam syafi’i :

  • Imam satu-satunya dari keturunan Quraisy
  • Beliau memiliki kebaikan dari sisi agama dan keturunan (nasab)
  • Beliau sangat kuat dalam ibadahnya,
  • dan disipilin menjaga waktu ibadahnya
  • Beliau sangat cinta Al quran, setiap hari khatam
  • Memiliki keikhlasan yang sangat tinggi dalam menyebarkan ilmu
  • Sangat kuat berdebat dan ikhlas dalam berdebat, dalam arti untuk memberikan nasihat
  • Pujian para ulama kepada Imam Syafi’i

Imam Syafii pernah mengatakan :

  • Apabila sudah ada hadits yang shohih, maka lemparkan dan buang pendapatku.
  • Setiap pendapat yg aku katakan, apabila ada hadits yg shohih menyelisih pendapatku, maka tinggalkan pendapatku

Maka kita sebagai pencinta Imam Syafii , mengidolakan Imam Syafii, maka ikutilah beliau dalam memperjuangkan sunnah Rasulullah.

Di zaman Imam Syafii, sudah ada orang-orang yang mendahulukan amalannya walau tidak sesuai dengan sunnah, sehingga Imam Syafii banyak membantah amalan-amalan tersebut, termasuk kegigihan dalam membela sunnah, beliau memperjuangkan hadits Ahad.

Termasuk bukti dalam pembelaan terhadap sunnah nabi, bahwa beliau membenci bid’ah, salah satunya ke bangsa Rafidhoh (Syiah), Imam Syafi’i mengatakan bahwa mereka ada komplotan yang paling jahat.

Orang-orang yang sering melakukan bid’ah, akan sangat membenci orang-orang yang menjalankan sunnah, begitupun sebaliknya, karena antara sunnah dengan bid’ah tidak akan berkumpul (menyatu)

Semoga bermanfaat

*_-sahabatMAIcengkareng-_*


Bagikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*