Forum Kemanusiaan Tangerang Selatan (FKT) Sosialisasikan Rekomendasi Hasil Seminar Kegempaan Kepada Pemkot

Bagikan

Forum Kemanusiaan Tangerang Selatan (FKT) Selasa (06/11) mengadakan jumpa pers pers di RM Paijo Rw Buntu dengan menyampaikan hasil seminar kegempaan dalam bentuk surat rekomendasi kepada Pemkot Tangsel .Mudahan kita bersama-sama mendorong jajaran pemkot mengelola kota ini sesuai nurani dan aturan, demikian seperti yang diterima secara tertulis melalui pesan singkat yang diterima redaksi Selasa (06/11), dari Arif Wahyudi sebagai pembina FKT.

Tangsel, 2 November 2018
Kepada
Yth. Walikota Tangerang Selatan
Ibu Hj. Airin Rachmi Diany, SH., MH.
di Puspemkot Tangsel

Perihal: Laporan dan Saran

Assalamu’alaikum wr wb,

Ba’da hamdalah dan shalawat, melalui surat ini kami mendoakan Ibu beserta jajaran Pemkot Tangsel senantiasa sehat dan sukses menjalankan tugas.

Selanjutnya kami laporkan bahwa Seminar Kegempaan sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya sudah terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu dan jajaran Pemkot atas dukungan yang sangat berarti bagi suksesnya acara tersebut. Beberapa temuan penting dari Seminar dapat kami sampaikan sbb:

1. Bahwa potensi Megathrust 8,7 Magnitudo dari Laut Selatan Jawa Barat secara keilmuan adalah valid. BMKG memperhitungkan dampaknya di Tangsel sebesar 6 sd 7 MMI (indeks kerusakan visual) yaitu gedung-gedung dengan spesifikasi pondasi tertentu mungkin selamat, namun rumah-rumah akan roboh. Potensi likuifaksi juga besar akibat sumur dalam yang tidak terkendali.

2. Bahwa BMKG dan pakar kegempaan dapat memprediksi besarnya energi yang termanifestasi dalam gempa, namun tidak dapat memastikan kapan gempa tersebut terjadi.

3. Bahwa bencana pada hakikatnya datang dari Allah SWT, tidak diketahui kapan akan terjadi, dan disebabkan oleh dosa-dosa warganya. Manusia sering lalai, dan hanya panik serta menyesal ketika bencana datang.

Dari temuan seminar tersebut, dengan ini kami menyarankan Pemkot Tangsel untuk melakukan hal-hal sbb:

1. Mengalokasikan dana bantuan dari APBD dan juga dari dana pribadi pejabat dan pegawai Pemkot Tangsel untuk membantu korban bencana;

2. Mendorong kesadaran masyarakat untuk turut serta membantu korban bencana dalam berbagai kegiatan, sebagai upaya membentengi Tangsel dari bencana;

3. Menyisipkan doa bersama dan penggalangan dana untuk korban bencana dalam rangkaian acara HUT Tangsel tahun ini;

4. Mendorong dan mendukung penyelenggaraan kegiatan doa bersama dalam berbagai bentuknya di masyarakat untuk mendoakan korban sekaligus membentengi Tangsel dari bencana;

5. Membersihkan kota Tangsel dari berbagai kegiatan maksiyat baik berupa bisnis perzinahan mau pun kegiatan kelompok sosial yang mempromosikan hal-hal yang bertentangan dengan norma kesusilaan masyarakat (agama).

Demikian laporan dan saran-saran kami. Semoga kesemuanya mendekatkan Kota Tangsel kepada visinya sekaligus menjadi Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur.

Wassalamu’alaikum wr wb,


Bagikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*