BERSAMA KELUARGA MENYAMBUT TAMU UTAMA: RAMADHAN 1439 H

Bagikan

Ramadhan 1439 akan tiba dalam beberapa hari lagi. Bulan suci penuh berkah dari Allah swt yang tidak diberikan di bulan lainnya. Pada bulan itu, ibadah wajib dilipatgandakan pahalanya hingga 70x lipat, ibadah sunnah diganjar seperti pahala ibadah wajib. Rasulullah SAW juga menyampaikan kepada kita bahwa pada 10 hari awal Ramadhan, Allah swt melimpahkan rahmat kepada orang-orang yang berpuasa, memberikan ampunan di 10 hari kedua, dan pembebasan api neraka di 10 hari terakhir.
Sedemikian melimpahnya taburan bonus pahala yang Allah swt janjikan, maka kita perlu mempersiapkan keluarga untuk menyambut Ramadhan dengan gegap gempita. Berikut 8 pengalaman sederhana mempersiapkan Ramadhan untuk keluarga:

1. Makan malam spesial sebelum Ramadhan
Sepekan sebelum Ramadhan, ayah-bunda mengajak anak-anak untuk makan bersama di luar. Pada momen tersebut, ayah menyampaikan hakekat Ramadhan, kaifiyat puasa, bonus-bonus pahala, dan tidak lupa janji hadiah bagi anak-anak yang full puasanya. Kemudian bunda menasehati anak-anak agar meningkatkan kasih sayang kakak-adik, dan saling menasehati agar puasanya terjaga. Bunda juga menawarkan menu-menu buka puasa favorit anak-anak yang menambah semangat mereka berpuasa.

2. Dekorasi meriah ‘Marhaban Yaa Ramadhan’
Sepekan sebelum Ramadhan, ada kerja bakti bersama di rumah. Ayah membersihkan halaman dan mengecat pagar. Bunda menjadi mandor anak-anak menata ulang dan membersihkan ruang tamu. Setelah rapi, sekotak paket dekorasi dikeluarkan, dan kami membuat spanduk bersama bertuliskan “Marhaban Yaa Ramadhan 1439 H”. Kakak mendisain, abang menggambar, adik-adik mewarnai disain huruf yang dibuat kakak. Ayah menambahkan poster doa berbuka, jadwal imsakiyah, dan blangko target ramadhan anak-anak di papan keluarga. Suasana rumah berubah menjadi meriah. Suasana yang berkah.

3. Berkirim ucapan dan mohon maaf di sosmed
Dua atau tiga hari menjelang Ramadhan, biasanya bunda membuat poster kreatif dengan latar foto keluarga dan bertuliskan ucapan “Selamat menyambut Ramadhan 1439 H, mohon maaf lahir dan bathin”. Poster tersebut di upload di fb, ig, twitter, line, dan grup-grup wa keluarga besar, komunitas tetangga, sekolah, kantor, dan kenalan-kenalan jauh yang dapat terhubung melalui sosmed. Anak-anak diingatkan pula untuk menelepon eyang, paman, bibi, dan saudara-saudara lainnya untuk meminta maaf dan turut gembira dengan kedatangan bulan suci Ramadhan.

4. Melancarkan doa-doa harian
Bada sholat magrib beberapa hari sebelum Ramadhan, ayah mentalaqqi anak-anak doa-doa harian, terutama lafaz niat puasa, doa berbuka puasa, doa tarawih, dan doa witir. Doa-doa tersebut ditempelkan di dekat meja makan, sehingga mudah untuk dibaca jika lupa. Saat menjelang berbuka atau sahur, doa-doa dibaca bersama dipimpin bergantian oleh Kakak atau Abang. Zikir ma’tsurat tidak lupa untuk dihafal dan dilancarkan dengan membacakannya setiap selesai sholat subuh dan sebelum berbuka puasa.

5. Melatih bangun sahur, tidur siang, dan buka bersama keluarga
Anak-anak dibiasakan tidur tidak lama setelah selesai sholat tarawih agar tidak sulit dibangunkan sahur. Biasanya bunda membangunkan anak-anak sahur saat makanan sudah siap disantap 30 menit menjelang imsak. Anak-anak juga dibiasakan tidur siang untuk membayar keletihan dan kurang tidur mereka di malam hari. Buka Puasa Bersama Keluarga menjadi agenda utama di bulan Ramadhan, tentu saja jika ayah-bunda tidak ada program buka puasa bersama di luar. Berbuka bersama keluarga selain berpahala, ia membawa berkah dan bahagia.

6. Komitmen menjaga mata, telinga, lidah, dan perbuatan yang sia-sia
Saat anak-anak merasa bosan, biasanya mereka lari ke ‘gadget’ untuk mengisi kekosongan waktu. Masalahnya, gadget menyajikan banyak hal yang melalaikan semisal games, chatting di sosmed, film, musik, dan situs-situs yang menggiring kepada hal-hal yang tidak islami. Perlu diingatkan batasan-batasan penggunaan gadget selama Ramadhan, baik batasan waktu maupun konten yang boleh mereka unduh. Anak-anak harus selalu diingatkan bahwa puasa juga menjaga mata, telinga, dan ucapan dari hal-hal yang merusak pahala puasa.

7. Membuat target ibadah, infaq, dan amal shalih
Setiap anggota keluarga membuat target ibadah selama bulan Ramadhan sesuai dengan kemampuan masing masing. Kakak siap khatam 3x tilawah, abang 2x, dan adik-adik 1x atau lebih sedikit. Anak laki-laki selalu ikut dengan ayah sholat fardhu ke masjid, sholat duha, baca quran setelah magrib, infaq Rp 1.000/hari, dan zikir ma’surat pagi dan sore hari.

8. Bersama-sama meraih ‘lailatul Qadr’
Malam lailatul qadr lebih mulia dari 1000 bulan. Karenanya ayah-bunda mengingatkan anak-anak untuk semakin meningkatkan amal ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan. Ayah mengajak abang untuk itikaf di masjid, minimal di setiap malam ganjil. Sedangkan bunda dan kakak semakin intens murajaah hafalan quran bergantian. Sungguh gembira tak terkira tatkala ayah atau bunda mengabarkan bahwa malam saat mereka ibadah adalah lailatul qadr. Pagi yang remang, gerimis datang, dan suasana tenang menandakan bahwa malaikat baru saja kembali ke langit setelah semalam mengantarkan lailatul qadr.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita semua untuk membimbing buah hati kita dalam menyongsong Ramadhan 1439 H dengan penuh cinta.

Serpong, 30 April 2018
Mas Farlina Limarwangi

(Founder Komunitas Emak Pejuang)


Bagikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*