Belajar Arti Pengorbanan dari Peristiwa Uhud

Bagikan

PesanSingkat.ID, Serpong – Tadhiyah atau pengorbanan nampaknya satu hal yang langka ditemukan zaman now. Bagaimana tidak, suka tidak suka, sadar atau tidak sadar era social media membuat sifat narcism menjadi behavior kita, Astaghfirullah.

Naricism itu apa suka selfie? pajang foto, dan sejenisnya? Sebenarnya esensinya bukan itu, yang berbahaya adalah karena yang terjangkit narcism memiliki sudut pandang, “apa yang orang lain berikan kepadaku, BUKAN apa yang aku berikan kepada mereka, atau dengan kata lain SALING memberi.” Inilah yang bahaya jika dimiliki oleh kita atau bahkan pasangan suami istri.

Dengan sudut pandang tersebut, benar saja tadhiyah menjadi hal yang langka pada jiwa yang terjangkit narsisme. Kita semua sepakat, generasi awal Rasulullah itu generasi yang luar biasa pengorbanan dan ketaatannya. Salah satu contohnya dalam perang uhud, salah satu peristiwa yang menjadikan umat islam mengerti arti taat dan pengorbanan.Taat pada perintah Rasulullah dan mau berkorban untuk tidak tergiur harta rampasan perang. Karena kalau hal tersebut tidak dilaksanakan, cukuplah ‘serangan balik’ Khalid bin Walid yang saat itu masih kafir menjadi pengingat.

Tak habis disitu pelajaran tentang tadhiyah dari peristiwa uhud. Pengorbanan Thalhah bin Ubaidillah dengan 70 luka menyanyat tubuhnya namun masih mau berkorban untuk menjadi jembatan agar Rasulullah SAW dapat melintasi batu untuk berlindung, layak menjadi reminder kita semua. Betapa tadhiyah para generasi sahabat luar biasa jauh lebih hebat dibndingkan apa yang slama ini mungkin kita akui sebagai pengorbanan.

Narsisme kini menjadi virus yang memakan nilai-nilai pengorbanan menjadi langka adanya. Narsisme membuat dakwah kita membesarkan nama kita sendiri atau organisasi, BUKAN membesarkan namaNya.

Selalu menuntut dapat apa dalam dakwah, bukan apa yang diberikan untuk dakwah. Selalu ingin menjadi pusat perhatian bukan ingin memperhatikan. Semoga kita sama-sama belajar dari peristiwa uhud dan terhindar dari sifat narsism. Aamiin


Bagikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*